Rabu, 20 Maret 2013

Asbabun Nuzul Awal Surat Ali Imran

Asbabun Nuzul Awal Surat Ali Imran


Muhammad ibnu Ishaq berkata : Telah datang kepada Rasulullah 60 utusan najron, 14 dari mereka adalah orang-orang terkemuka di kalangan mereka dan tiga darinya merupakan para pembesar kaum. Salah satunya yaitu pemimpin mereka bernama Abdul Masih, kedua adalah seorang cendikiawan mereka memanggilnya As-sayyid, dan yang ketiga adalah orang yang paling berpengalaman dan pemilik madrasah keagamaan mereka yang bernama Abu Haritsah bin ‘Alqomah. Kerajaan Rum sangat memuliakan mereka, memberi harta dan menghormati mereka ketika kerajaan Rum mengetahui usaha mereka dalam beragama.
Kemudian berdialoglah ketiga pembesar ini bersama Nabi Saw. Tentang perbedaan dalam agama mereka. Sesekali mereka mengatakan Isa adalah Allah, terkadang mereka mengatakan Isa adalah anak Allah, dan mereka kadang juga mengatakan tentang Trinitas. Mereka berdalil bahwa Isa adalah Allah karena Isa bisa menghidupkan yang mati, menyembuhkan penyakit kusta dan buta sejak lahir, menyembuhkan orang sakit, mengetahui hal yang ghoib, dan menciptakan burung dari burung yang terbuat dari tanah lalu dia meniupnya dan jadilah dia burung dan terbang. Mereka juga berdalil bahwa Isa adalah anak Allah karena Isa tidak memili bapak. Dan mereka berdalih tentang trinitas dengan perkataan Allah : “Kami melakukan, Kami menjadikan” sekiranya hanya ada satu maka Dia (Allah) akan berkata :“ Aku melakukan”. Rasulullahpun berkata kepada mereka : “masuk Islam lah !”, mereka menjawab :“Kami sudah selamat (Islam)”, Nabipun membantah :” Kalian berdusta, bagaimana mungkin keislaman kalian benar sedang kalian menetapkan bahwa Allah memiliki anak, kalian menyembah salib, memakan babi”, merekapun menjawab : “ lalu siapa bapak dari Isa?”, Nabipun terdiam kemudian Allah menurunkan pada permulaan surat Ali Imron sampai sekitar ayat 80an.
            Kemudian Nabi membantah perkataan mereka :“ bukankah kalian mengetahui bahwa Allah hidup dan tidak akan mati sedang Isa adalah makhluk yang fana?” mereka menjawab :“iya”, Nabi berkata : “bukankah kalian mengetahui bahwa Allah tidak memiliki anak kecuali hanya sekedar menyerupai seperti bapak Isa?” mereka menjawab :”iya”, lalu Nabi berkata : “bukankah kalian mengetahui bahwa Allah menakar sesuatu dan menjaganya kemudian memberi rezki, apakah Isa memiliki kemampuan seperti itu?” mereka menjawab : “tidak”, Nabipun berkata : “ bukankah kalian juga mengetahui bahwa tidak ada satupun di bumi maupun di langit yang tersembunyi dari pengetahuan Allah?, apakah Isa mengetahui sesuatu tentang itu kecuali apa yang telah di ajarkan kepadanya?” mereka menjawab : “tidak”, Nabi berkata : “sesungguhnya tuhan kita Allah telah menjadikan Isa di dalam kandungan sesuai yang Dia kehendaki, dan kalian juga mengetahui bahwa tuhan kita tidak makan, tidak pula minum dan berbicara, sedang kalian mengetahui bahwa Isa dikandung oleh seorang wanita layaknya seorang wanita mengandung, kemudian diasuh layaknya seorang wanita mengasuh anaknya, kemudian dia (Isa) makan, minum dan berbicara” mereka menjawab : “iya” lalu Nabi berkata : “lalu bagaimana bisa menjadi seperti apa yang kalian katakan?”. Merekapun mengetahuinya akan tetapi mereka enggan karena keingkaran mereka, kemudian mereka berkata : “wahai Muhammad bukahkah kamu mengatakan bahwa Isa adalah kalimat Allah dan RuhNya?” Nabi menjawab : “iya” merekapun berkata : “sudah selesai dan cukup bagi kami!” lalu Allah menurunkan firmanNya :

فأما الذين في قلوبهم زيغ فيتبعون ما تشابه منه


Artinya : “ Adapun mereka yang hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti hal-hal yang mutasyabihat” (QS : Ali Imron : 7)

Di ambil dari : At-Tafsir Al-Kabir/ Mafatihul Ghoib karya Imam Fakhru ad-Din ar-Rozi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar